Perubahan merupakan fungsi waktu , seiring perjalanan waktu kita semua akan terus berubah, dari kondisi stabil saat ini akan menuju pada kondisi transisi (metastabil).. dan terus menerus mencari kestabilan baru..hal ini akan terus berlangsung selama kita berada pada ruang dan waktu yang sama
(@teguhyr #MyLearningJourney)
-@teguhyr
Mengelola perubahan adalah tugas kita sebagai seorang pemimpin suatu organisasi. Semua kemungkinan yang terjadi harus diantisipasi terutama yang mengancam keberlangsungan organisai baik itu faktor internal dan faktor eksternal. Adalah hal yang penting dimana para pemimpin selalu memperhitungkan hal ini dengan melalui penilaian resiko business dan pengelolaan proses transisi yang tepat dalam menghadapi tantangan business ke depan.
Pilihan untuk menyikapi perubahan tentunya kembali ke kita semua , apakah dengan “legowo” untuk berubah atau harus terpaksa berubah. Tulisan Thomas J. DeLong dalam “Flying without a Net” sungguh menarik untuk disimak bahwa pada umumnya kekhawatiran yang dihadapi banyak orang saat ini adalah ancaman kehilangan pekerjaan dan perubahan, hal ini tidak terjadi pada karyawan dengan performa yang biasa-biasa saja bahkan pada karyawan dengan kinerja yang outstanding, hal ini terbukti dimana kita melihat banyak karyawan yang dianggap mampu dan bisa sering menolak akan tantangan baru.
Hasil penelitian dari Thomas J. Delong terkait dengan kekhawatiran seseorang untuk melakukan sesuatu (“ do the right things poorly “ before “ do the right things well”) adalah sebagai berikut :
- Kekhawatiran karyawan high performer : takut akan kesalahan , kurang memahami akan tujuan, membutuhkan koneksi/hubungan dengan pihak lain.
- Tingkah laku yang merusak yang di adopsi untuk menghilangkan ini adalah Kesibukan , membandingkan diri kita dengan orang lain dan menyalahkan orang lain karena kita frustasi.
- Tingkah laku yang harus di adopsi untuk kuat dari kelemahan dan kekhawatiran kita adalah biarkan masa lalu di belakang kita sebagai bahan pembelajaran dan cari masukan yang jujur untuk perbaikan ke depan
Banyak para pekerja yang sangat pintar dan sangat expert dalam bidangnya tidak memberikan kontribusi yang diharapkan pada perusahaan dikarenakan adanya banyak kekhawatiran- kekhawatiran yang muncul dalam dirinya bahkan menolak untuk mencoba tantangan baru dikarenakan ketakukan – ketakukan akan hal – hal yang terjadi yang akan mengganggu dan mengubah persepsi kebanyakan orang terhadap dirinya. Para high performer lebih memilih gagal dibanding dengan melakukan yang benar tapi hasilnya tidak memuaskan padahal ini adalah langkah awal menuju hasil yang memuaskan.
Karena perubahan akan selalu ada seiring waktu, maka kita tidak perlu takut akan perubahan dan tantangan-tantangan baru, 5 hal yang mungkin bisa dijadikan pembelajaran untuk menghadapi kekhawatiran yang mungkin muncul adalah sebagai berikut :
- Jadikan Kegagalan dan kejadian di masa lalu menjadi pembelajaran
- Pastikan kejelasan tujuan akhir dan tahapan proses serta harapan yang diinginkan dari kontribusi kita.
- Yakin akan kompetensi diri dan bangun hubungan baik dengan orang/tim/business
- Pastikan mendapatkan masukan untuk perbaikan / Perbaikan yang berkelanjutan
- Selalu berpikir jangka panjang
Salam pembelajar learn action and success …
Vote & Like :
5/5

